Saturday, May 28, 2011

Cantik dan Berbudi Bahasa - SIO, UCSD

tengahari tadi aku ke tandas dan terserempak dengan seorang gadis mat salleh yg cantik. saya fikir dia adalah seorang pelajar Master Sains kerana dia terlalu muda untuk menjadi pelajar PhD. Tapi mungkin juga aku silap. Kami sempat bersapaan, walaupun hanya "hai" yg sempat kami ungkapkan sebelum dia menginggalkan aku. Tidak sampai seminit, dia masuk semula dan dengan mesra menegurku " hay, do you know that we have water down there"..jari telunjuknya menunjukkan arah bawah. "yes, I know that, thank you very much" aku melemparkan senyuman ikhlas tanda terima kasih aku padanya kerana prihatin terhadap ku...sambil itu aku mencuri pandang pada raut wajahnya yg memang cantik. "Okay, yeah because eeeh" katanya sambil matanya memandang tajam ke arah botol air mineral kosong yang aku pegang.

Ooh...rupanya gadis itu, risau kalau aku akan mengisi botol kosong tadi dengan air paip utk diminum. Hehe...masa terlalu pantas dan aku fikir tidak sempat dan tidak perlu aku jelaskan kenapa aku membawa botol kosong ke dalam tandas. Aku hanyalah seorang perempuan Asia yang memakai tudung dan tidak lagi muda serta asing baginya, namun gadis itu masih sudi menyapaku dan prihatin terhadapku..

Rae
8 April, 2011

Thursday, May 05, 2011

Sunday, April 24, 2011

Baju Bodo - baju tradisional masyarakat Bugis



Tahukah anda ?. Baju Bodo, busana dengan potongan simetris sederhana, dengan efek menggelembung dan longgar, berasal dari etnis Sulawesi Selatan ini, ternyata salah satu busana tertua di dunia. Dalam Festival Busana Nusantara 2007 di Kuta - Bali, perancang busana kenamaan Oscar L

awalata menegaskan "Baju bodo itu adalah salah satu baju tertua di dunia. Dan dunia internasional belum mengetahuinya,".

Diperkirakan, Baju Bodo sudah dikenal masyarakat Sulawesi Selatan pada pertengahan abad IX (pen), hal ini diperkuat dari sejarah kain Muslin, kain yang digunakan sebagai bahan dasar baju bodo itu sendiri. Kain Muslin adalah lembaran kain hasil tenunan dari pilinan kapas yang dijalin dengan benang katun. Memiliki rongga dan kerapatan benang yang renggang menjadikan kain Muslin sangat cocok untuk daerah tropis dan daerah beriklim kering.

Kain Muslin (Eropa) atau Maisolos (Yunani Kuno), Masalia (India Timur) dan Ruhm (Arab), tercatat pertama kali dibuat dan diperdagangkan di kota Dhaka, Bangladesh, hal ini merujuk pada catatan seoraang pedagang Arab bernama Sulaiman pada Abad IX [1]. Sementara Marco Polo pada tahun 1298 Masehi dalam bukunya The Travel of Marco Polo menggambarkan kain muslin itu dibuat di Mosul, (Irak) dan dijual oleh pedagang yang disebut "Musolini".[2] Uniknya, masyarakat Sulawesi Selatan lebih dulu mengenal dan mengenakan jenis kain ini dibanding masyarakat Eropa, yang baru mengenalnya para XVII dan baru popular di Prancis pada abad XVIII.




WARNA DAN ATURAN PAKAI BAJU TOKKO.

Baju tokko, diawal kemunculannya hanya menggunakan warna tertentu, melalui proses pewarnaan warna alam. Seperti Warna Kuning Gading dari Tanaman Kunyit (Bugis : Ongnyi, Latin : Curcuma domestica ) dan Temulawak ( Bugis : Temmu, Latin: Curcuma xanthorrhiza), Jingga dari Bua Gore’[5], Merah darah dari Akar Pohon Mengkudu (Bugis ; Lase’ Tedong Senngi, Latin : Morinda citrifolia) dan daun pohon Jati (Bugis ; Jati, Latin : Tectona grandis), warna biru dari tanaman Indigofera (Bugis : Oca-oca pakkampi, Latin : Genus indigofera ). Selain itu masih adalagi warna hitam, lebih tepatnya warna abu-abu, bukan warna hitam seperti yang ada saat ini. Warna ini diperoleh dari arang hasil pembakaran antara jerami padi (Bugis : Darame Ase, Latin : Oryza sativa), mayang kelapa (Bugis : Majang Kaluku, Latin : Cocos nucifera L) dan tempurung bakal buah lontar (Bugis : Bua Taa, Latin : Borassus flabellifer ). Agar tidak luntur, baju tokko yang telah diwarnai selanjutnya direndam dengan air Jeruk Nipis (Bugis : Lemo Kopasa, Latin : Citrus Aurantifolia Swingle). Sementara warna Ungu dari Tanaman daun kemummuu[6].



Penerapan warna baju tokko tersebut dalam kehidupan sehari-hari memiliki aturan seperti ;



§ Anak dibawah 10 tahun memakai Waju Tokko yang disebut Waju Pella-Pella, berwarna Kuning Gading. Disebut waju pella-pella (kupu-kupu), adalah sebagai pengambaran terhadap dunia anak kecil yang perlu keriangan. Warna kuning gading adalah analogi agar sang anak cepat matang dalam menghadapi tantangan hidup. Berasal dari kata maridi (kuning gading), yang jika ditulis dalam aksara lontara Bugis, bisa juga dibaca menjadi Mariddi, yang berarti matang.



§ Umur 10 s/d 14 tahun memakai Waju Tokko, berwarna jingga atau merah muda. Pemilihan warna Jingga dan merah muda dipilih karena warna ini adalah warna yang dianggap paling mendekati pada warna merah darah atau merah tua, warna yang dipakai oleh mereka yang sudah menikah. Selain itu, warna merah muda yang dalam bahasa Bugis disebut Bakko, adalah representasi dari kata Bakkaa, yang berarti setengah matang.



§ Umur 14 s/d 17 tahun, masih memakai Waju Tokko berwarna jingga atau merah muda, tapi dibuat berlapis bersusun dua, hal ini dikarenakan sang gadis sudah mulai tumbuh payudaranya. Juga dipakai oleh mereka yang sudah menikah tapi belum memiliki anak.



§ Umur 17 s/d 25 tahun, Warna merah darah, berlapis dan bersusun. Dipakai oleh perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak, berasal dari filosofi, bahwa sang perempuan tadi dianggap sudah mengeluarkan darah dari rahimnya yang berwarna merah tua/merah darah.



§ Umur 25 s/d 40 tahun, memakai Waju Tokko warna hitam.



Seperti diutarakan diatas, adanya perbedaan dalam starata ke-bangsawan-an menjadikan adanya aturan pemakaian baju tokko tersebut. Maka dikenallah Wari (sistem protokoler kerajaan) dan Adeq (adat istiadat) yang mengatur cara penggunaan dan baju tokko tadi. Dalam hal warna masih ada aturan lain, yakni :



§ Baju Tokko berwarna putih digunakan oleh para inang/pengasuh raja atau para dukun atau bissu. Para bissu memiliki titisan darah berwarna putih, inilah yang mengantarkan mereka mampu menjadi penghubung Botting Langi (khayangan), peretiwi (dunia nyata), dan ale kawa (dunia roh). Mereka dipercaya tidak memiliki alat kelamin, sehingga terlepas dari kepentingan syahwat.



Dalam kepercayaan Bugis tradisional, Air susu ibu kandung sang putra Mahkota (permaisuri) dianggap aib untuk dikeluarkan. Air susu yang keluar dari tubuh sang ibu tidaklah berbeda dengan darah yang keluar bersama ari-ari yang keluar saat melahirkan. Untuk memenuhi asupan bagi sang bayi (putra mahkota), maka dipilihlah seseorang untuk menjadi indo pasusu (inang) bagi sang putra mahkota. Indo pasusu yang diangkat biasanya tidak memiliki pertalian darah dengan sang putra mahkota. Sehingga air susunya dianggap suci, sesungguhnya seorang indo pasusu memiliki posisi yang sangat terhormat dalam starata sosial Bugis. Berbeda dengan anggapan orang bugis saat ini yang menganggap seorang indo pasusu tidak lebih dari seorang ata (hamba).



§ Para bangsawan dan keturunannya yang dalam bahasa Bugis disebut maddara takku (berdarah bangasawan), adalah alasan kenapa Baju Tokko warna hijau hanya boleh dipakai oleh para putri-putri raja. Warna hijau, dalam bahasa Bugis disebut Kudara¸ berasal dari kata na-takku dara-na. Ungkapan ini kemudian berubah menjadi Ku-dara, secara harafiah dapat diartikan bahwa mereka yang memakai baju bodo warna kudara, adalah mereka yang menjunjung tinggi harkat kebangsawanannya.



§ Pemakaian warna Ungu (kemummu) oleh para janda, menilik pada arti ganda dari kata kemumummu itu sendiri. Selain diartikan warna ungu, juga dapat diartikan lebamnya bagian tubuh yang terkena pukulan atau benturan benda keras. Disinilah muncul anggapan bahwa bibir vagina sang janda tidaklah lagi berwarna merah, melainkan cenderung berwarna ungu.



Selain itu, anggapan bahwa seorang janda sebelumnya sudah dipakai atau dijamah (majemmu) oleh mantan suaminya. Kata jemmu ini kemudian dipersonifikasikan dengan kata kemummmu. Adalah alasan kenapa warna kemummu diperuntukkan untuk janda. Dalam pranata sosial masyarakat Bugis jaman dahulu, menikah dengan seorang janda, adalah sebuah aib.


ANTARA BAJU TOKKO DAN BAJU BODO

Eratnya budaya kekerabatan Suku Bugis dan Suku Makassar, dua suku besar yang mendiami daratan Sulawesi Selatan menjadikan banyak pihak tidak mampu memisahkan produk-produk budaya masing-masing suku. Selain mirip, kedua suku ini juga memiliki asal-usul yang sama sebagaimana diceritakan dalam Epos Lagaligo, yakni berasal dari To Manurung (sosok yang turun dari langit).

Sejatinya kata Baju Tokko dan Baju Bodo, adalah dua nama berbeda untuk merujuk pada baju khas produk Budaya suku Bugis dan Makassar yang kemudian dikenal sebagai Baju Adat Perempuan Bugis-Makassar Sulawesi Selatan. Sama halnya dengan kata Tokko yang berarti Pendek, kata Bodo dalam bahasa Makassar juga berarti pendek. Sebagaimana disinggun pada awal tulisan ini, kata tersebut dipakai karena merujuk pada model lengan baju itu sendiri yang sangat pendek, bahkan bisa dikatakan tidak berlengan sama sekali. Dalam perkembangan kata Baju Bodo lebih cepat, lebih mudah diserap dan lebih mudah diucapkan oleh orang kebanyakan, sehingga dalam khasanah Budaya Indonesia kata Baju Bodo lebih dikenal dibanding dengan kata Baju Tokko

WAJU TOKKO SETELAH AGAMA ISLAM MASUK DI SUL-SEL

Dalam catatan Sayed Al Haddad dalam bukunya Sejarah Perkembangan Islam di Timur Jauh (halaman 21, terbit pada tahun 1967), mengatakan salah seorang Muslim dari Persia yang pernah mengungjungi Timur Jauh pada abad ke-5 Hijriyah. Menemukan adanya orang-orang Muslim di Pulau Sala (Sulawesi). Kehadiran Islam di Sulawesi dicatat pula oleh K.H. Jamaluddin dalam bukunya Kafaah Dalam Perkawinan (halaman 36, terbit tahun 1991), mengatakan, bahwa : Seorang Sayid bernama Sayid Jamaluddin Akbar al-Husaini datang dari Aceh lewat Pajajaran atas undangan raja yang masih beragama Bugha waktu itu bernama Prabu Wijaya (1293-1309). Kemudian Sayid ini melanjutkan perjalanan ke Sulawesi Selatan bersama rombongannya sebanyak 15 Orang, kemudian ia masuk ke daerah Bugis dan menetap di Tosora (Wajo), meninggal disana sekitar tahun 1320.



Meski ajaran agama Islam mulai menyebar dan dipelajari masyarakat di Sulawesi sejak Abad ke-V, namun secara resmi baru diterima sebagai agama kerajaan pada abad XVII. Hal ini dimungkinkan karena interaksi social antara komunitas perkampungan yang satu dengan yang lainnya sangat terbatas. Belum lagi munculnya perang saudara antara kerajaan-kerajaan besar dan kecil di Sul-Sel pada saat itu. Akultarasi ajaran Islam dengan kebudayaan lokal Bugis selanjutnya bermuara pada ditetapkan 4 (empat) tatanan kehidupan bermasyarakat yakni Ade’ (Adat istiadat), Rapang (Pengambilan keputusan berdasarkan perbandingan), Wari’ (Sitem protokoler kerajaan), dan Bicara (Sistem hukum). Kemudian bertambah satu sendi lagi, yakni Sara’ (syariah Islam) setelah Islam resmi diterima sebagai agama kerajaan.



Dalam ajaran agama Islam ditegaskan bahwa, pakaian yang dibenarkan adalah pakaian yang menutup aurat, tidak menampakkan lekuk tubuh dan rona kulit selain telapak tangan dan wajah. Perlahan, baju tokko yang semula tipis berubah menjadi lebih tebal dan terkesan kaku. Jika pada awalnya memakai kain muslin (kain sejenis kasa), berikutnya baju bodo dibuat dengan bahan benang sutera. Di Kerajaan Gowa bahkan dikenal Baju Labbu (serupa dengan baju bodo, tetapi lebih tebal, gombrang, panjang hingga lutut). Dalam perkembangan berikutnya, baju bodo dapat dikombinasikan dengan jilbab dan kaos lengan, sehingga terkesan Islami. Meski mengundang pro dan kontra, kombinasi terakhir ini menjadi pilihan banyak dara Bugis saat ini.


(sumber:http://adinwajo.blogspot.com/2010/04/baju-tokko-sejarah-aturan-dan.html)

Sunday, April 17, 2011

Flower Field, Carlsbad CA


Ivey Ranch Elementary School. First grader school trip to the flower field. Ulfa and friends were enjoying the views of beautiful ranunculus and roses.

Sunday, March 06, 2011

Asam Rom

Duduk jauh di perantauan ni, tetiba saja teringat makanan kesukaan ketika kami di Raub Pahang 1998-2004, Gulai Asam Rom.

GULAI ASAM ROM....resepi rare!!!
Asam rom merupakan masakan yang terkenal di Pahang, terutama di Kuala Tahan, Jerantut. Gulai asam rom diperbuat daripada buah perah atau biji getah yang dijeruk selama lebih kurang satu bulan. Ia dimasak bersama beberapa bahan tertentu seperti buah jambal, daun jambal, terung pipit, terung telunjuk, daun kesing, keladi dan kacang botol. Kunyit hidup pula ditumbuk bersama cili padi bagi menambah rasa pedasnya. Masakan ini hanya boleh ditemui di kawasan Jerantut dan amat terkenal di sebelah Kuala Tahan. Ia menjadi makanan yang amat digemari bagi penduduk di sana, malahan kini ianya semakin terkenal di kalangan pelancong yang berkunjung ke Kuala Tahan.

Rom : ape dia yek....berasal dari buah perah,buah ni tumbuh kat dalam hutan,pokok nye beso cam batang balak..selalu nye ade pada musim panas je..nak buat rom ni..kena yg betul terer je..kalu tak boleh bawa maut..jadi cam cerita sang kelembai pulak..anak nye mati makan buah perah ni..habis dicabut pokok perah..(melalut pulak).buah ni asal nye mabuk...cara buat rom, buah dan isinya lebih kurang buat getah cuma ia bujur je warna kuning coklat.ade juga yg buat rom pakai buah getah tapi kurang power sikit...buah di kupas dan dijemur beberapa hari..utk hilang getah mabuknye..
dah kering ditumbuk plak..hingga keluar minyak sikit..pas tu simpan dlm bekas..dah lama tu baru leh guna..

bahan2 nye:

1.Rom secukupnye..
2.ikan sungai..yg best ikan kelah atau tengas...baung,keli pun sodap ape pun best..daging best gak...kena pulak daging kijang perrggh.
3.kunyit 1 inci
4.daun kesum
5.lada lagi pedas lagi best
6.kalau ade daun kesin..cam daun kunyit ade tumbuh dlm hutan je..
7.garam secukup rasa
8.kalu ade boleh isi petai ke,jering semai ke, terung telunjuk ke, terung anggur ke..utk menambah keenakkan nye..
9.air secukup nye

cara2 membuatnya:
1.tumbuk kunyit, lada n rom tadi..
2.masuk dlm periuk campur terus ngn ikan, semua bahan diatas letak atas api,isi garam secukup rasa..siap

peergggghh...belum cuba belum tau..sape yg tk pernah makan tu cari2 kat pahang terutama sekali sebelah yg disebutkan di atas..

(source:http://www.cutimalaysia.my/gulai-asam-rom-resepi-rare/t349

Friday, March 04, 2011

Red Velvet vake

Nak share resepi Red Velvet cake yang disediakan oleh teman semakmal semasa buat post-doc di Scripps Institution of Oceanography, UCSD.


Spencer’s Red Velvet Cupcakes
Ingredients:
• 2 1/2 cups all-purpose flour
• 1 1/2 cups sugar (+ 1 additional cup of sugar if you want to make caramel to drizzle on cupcakes after they cool or drizzle on top of frosted cupcakes)
• 1 teaspoon baking soda
• 1 teaspoon salt
• 2 teaspoon cocoa powder
• 1 cup vegetable oil, olive oil, coconut oil or softened butter
• 1/2 cups yogurt
• 1 cup buttermilk, room temperature (can use milk with 1 extra teaspoon vinegar if you have no buttermilk)
• 2 large eggs, room temperature
• 2 tablespoons red food coloring (you can also boil beats or rhubarb in water and condense the liquid until you get your own natural food coloring)
• 1 teaspoon white distilled vinegar
• 1 teaspoon vanilla extract
• 1 tablespoon molasses (optional)
• 1 tablespoon brandy (optional)
• Optional spices: 1 teaspoon or to taste of any of the following: ginger, cardamom, nutmeg, allspice, cinnamon, and/or cloves

For the Cream Cheese Frosting
Note: (this is for a lot of frosting so if you do not like a lot, only make half the amount):
• 1 pound cream cheese, softened
• 2 sticks butter, softened (if unsalted, add a little salt)
• 1 teaspoon vanilla extract
• 4 cups sifted confectioners' sugar
• 1 teaspoon nutmeg (optional)
• 2 tablespoons lemon, orange or grapefruit juice
• Freshly roasted pecans or walnuts for garnish (fresh and washed berries can be used for those with nut allergies)

Directions:

Preheat the oven to 350 degrees F. Line 2 (12-cup) muffin pans with cupcake papers.

In a medium mixing bowl, sift together the dry ingredients. In a large bowl gently beat together the wet ingredients a handheld electric mixer or as best you can with a standard whisk. Add the sifted dry ingredients to the wet and mix until smooth and thoroughly combined.

Divide the batter evenly among the cupcake tins about 2/3 filled. Bake in oven for about 20 to 22 minutes, turning the pans once, half way through. Test the cupcakes with a toothpick for doneness. Remove from oven and cool completely before frosting.

For the Cream Cheese Frosting:

In a large mixing bowl, beat all ingredients except the sugar together until smooth. Add the sugar and on low speed, beat until incorporated. Increase the speed to high and mix until very light and fluffy. You can beat by hand, it will just not be as fluffy.

To Finish:

Garnish with either a pecan or walnut, or chopped pecans or walnuts.

Make caramel with optional 1 cup of sugar (melt the sugar over med-low heat until caramel in color while stirring constantly), let cool. Drizzle on tip of cupcakes.

Note: I usually make the caramel first. If I overcook the caramel and make toffee on accident, I will place it on the cupcake when I bake them for a gooey toffee center or top. I then do not drizzle caramel at the end, but just add the frosting and nut.

Sunday, December 05, 2010

Sambal Ijo




Bahan-bahan:
1 kilo cili hijau
10-15 biji cili thai hijau (jika suka pedas, lebihkan)
1 labu bawang putih (lebihkan jika suka)
5-6 biji bawang merah
2-3 genggam ikan bilis
segenggam asam jawa (ambil air)
garam
gula
cuka (jika suka)
1/2 cawan minyak utk menumis (lebihkan utk sambal yg cantik)

Cara-cara:
1.Basuh dan buang tangkai cili, kukus sehingga cili layu. kemudian biar sejuk seketika, dan tumbuk kasar-kasar
2. Tumbuk bawang merah dan bawang putih
3. Basuh dan tumbuk ikan bilis
4. Tumis bawang hingga garing dan wangi, kemudian masukkan ikan bilis dan tumis lagi hingga garing. Seterusnya masukkan cili dan tumis sehingga naik bau. Masukkan air asam jawa dan sedikit cuka (jika suka) kemudian garam, gula dan bahan perasa (jika suka)
5. Tumis sambal hingga pecah minyak, jika sambal agak kering, tambahkan minyak lagi. Tumis hingga sambal betul-betul masak.

Thursday, November 11, 2010

UPSR Kak Long

Alhamdulillah.....hanya itu ungkapan yang mampu diucapkan di saat keputusan UPSR kak Long diumumkan...tahniah 5A!

Kegembiraan berbaur dengan perasaan sayu terlalu terasa.....ini kerana keputusan kak Long sangat diluar jangkaan....

Kak Long sebenarnya bukan lah dalam kategori pelajar top di sekolah...pencapaian akademik sangat sederhana, average saja.

Menyedari kak Long akan menduduki UPSR, kak Long selalu meminta utk. kami membenarkannya mengikuti kelas tuisyen...dan akhirnya kami benarkan. TETAPI, keputusan peperiksaan semester subject yg kak Long hadir tuisyen amat mendukacitakan, dan lebih dukacita lagi apabila guru yg mengajar di kelas yg juga merupakan guru tuisyen seolah=olah lepas tangan, tak ada perkembangan positif pada kak Long dalam subjek tersebut. Apa lagi, ayah kak Long, melenting, terus HARAMkan kelas tuisyen utk Kak Long...

Pendekatan kami mendidik anak sangat tradisional....sama seperti proses yang kami dahulu lalui, tiada tuisyen, tiada ScoreA dll....hanya belajar seperti biasa dan membuat latihan model2 peperiksaan dan juga contoh-contoh soalan tahun2 lepas...

Alhamdulillah pendekatan kami berkesan kepada Kak Long......dan tentuya juga DOA ibu-bapa adalah yg paling MUSTAJAB....itu menjadi tunjang kepercayaan kami.....

Alhamdulillah berkat doa dan usaha, kak Long berjaya mendapat keputusan yg sangat membanggakan guru-guru dan keluarganya.

Monday, October 25, 2010

Saturday, October 16, 2010

hafalan kak long Una

Ibu perlu memikirkan program bermanfaat untuk Kak Long setelah selesai UPSR. Sebenarnya dah lama aku ingin melihat anak-anak boleh menghafal surah2 lazim dalam juz amma termasuk maknanya/terjemahannya sekali seperti yang aku lalui semasa seusia mereka.

Aku membeli senaskah al-quraan yg dilengkapi dengan terjemahan per-kata (Syammil Al-Qur'an) sebagai panduan untuk mengajar anak2. Kalau dulu bonda akan meminta kami menulis sendiri setiap kata-kata dalam ayat2 lazim. Tetapi dengan kemajuan teknologi sekarang, pendidikan semakin mudah, aku hanya mengimbas setiap ayat dan print untuk diberikan kepada Kak Long. Yang bagusnya, saya boleh print 3 salinan, satu untuk Kak Long, dan setiap satu untuk Nadia dan juga Sofea.

Moga anak2ku dapat memahami maksud setiap ayat yang mereka pelajar. Memang kebolehanku dalam bidang agama amat terhad...tetapi kalau aku tidak buat seperti ini, anak2 ku akan jauh ketinggalan.

Selamat Berjaya IBU

Friday, October 08, 2010

cuti belajar 2011

7 Okt 2010...jam 6 petang; menerima berita gembira apabila bahagian biasiswa KPT memaklumkan bahawa tawaran biasiswa pos-doktoral ke UCSD akan bermula pada 3 Januari 2011. Alhamdulillah, semoga Allah permudahkan segala urusan kami dan mengizinkan kami sekeluarga untuk berada di UCSD menuntut ilmu dan mendapat pengalaman baru.

Selepas ni akan sibuk dengan urusan permohonan VISA.

open house raya2010

Minggu I selepas raya: tahun ni kami tidak berkesematan membuat open house raya di Taman Malawa Jaya seperti tahun-tahun yg lepas. Kita hanya merancang, namun tuhan yg menentukan. Sebaik kembali dari cuti aidilfitri dari kampung, saya bergegas ke Phuket, Thailand utk menghadiri persidangan "Global Conference on Aquaculture 2010".Persidangan antarabangsa yang sangat bermanfaat. Tiba dari Phuket tepat jam 12:30 tengah malam hari Ahad dan selamat tiba di rumah sekitar jam 1:20 pagi.Perkara pertama yang saya lakukan ialah mengeluarkan semua bahan2 frozen dari peti ais untuk membuat "batch #1 coto makassar". Batch ini adalah sempena open house x-sbpl...ala2 potluck lah....utk 30-40 pax.

Minggu II : kuliah dan meeting seperti biasa...tetapi hari Jumaat adalah paling sibuk kerana kena sediakan "batch #2 coto makasar" untuk 110 pax..kali ni untuk open house UMS. Coto makasar adalah antara menu gerai KESUMBA (Kelab Suri RUmah dan Kakitangan Wanita UMS)...adoi, dalam kalut2 menyiapkan masakan dan kena kejar flight ke Semporna, saya tertinggal handphone...bayangkan selama 3 hari di Semporna saya tidak ada hp....huuuuh parah, lebih parah time suami datang jemput di airport KK pada hari Isnin....%$#@&*()(+)...

Minggu III : kuliah dan meeting seperti biasa....tapi paling sibuk kerana perlu menyelaraskan "prgram pertandingan memasak sempena KONVO UMS ke 12"....waaa...disebabkan kurang penyertaaan, saya sendiri mendaftar utnuk bertanding....alhamdulillah menu "rojak udang galah 1Malaysaia" yang saya dan Dr. Rossita sediakan mendapat tempat ke-3 dari 6 penyeraaan...not bad!. Selain itu, saya juga mempertaruhkan gubahan buah anggur dari wajik@pulut manis..hihi kami (partner ngan Pn. Sarah) dapat #1 daripada 3 penyertaan....lega sebab selesai urusan KESUMBA. Belum pun hilang letih, hubby pula request untuk masak "batch #3 coto makasar"...kali ni utk potluck seklah suami...tapi tak banyak, hanya untuk 20-30 pax...huuuuuuu.....

Kesimpulannya...walaupun tak buat open house yang selalunya sangat memenatkan...tetapi tahun ni kepenatannya 3 kali ganda kerana setiap minggu kena masaaaaaaak....

Saturday, September 18, 2010

Friday, July 23, 2010

Kursus BTN @ Ulu Sepri, Negeri Sembilan

Kursus BTN persediaan ke luar negara pada 15-19 Julai 2010, bertempat di Kem Bina Negara Ulu Sepri, Negeri Sembilan. Seramai 75 orang peserta yang terdiri daripada calon-calon Master, PhD, sub-kepakaran & pos-doktoral yang akan melanjutkan pengajian ke luar negara. Seronok jumpa ramai adik2 pakar perubatan.....boleh lah durang nasihat2 kan kalau kita jatuh sakit....

Tuesday, January 05, 2010

Sunday, January 03, 2010

Monday, December 21, 2009

Twilight saga novels



Ahhhh...can't wait to get my boxed set of Twilight Saga novels

Saturday, December 19, 2009

cara membuat coto makasar versi bersantan

Bahan A: parts lembu ( utk 30 orang)
Hati 300 g
Paru2 /lungs 300 g
Perut /tuala 300 g
Usus kecil/yg muda (warna putih)- susah nak dapat ni...
daging - 300 g

Bahan B: dikisar halus
Lengkuas 10 inci (banyak sikit tak apa)
Halia 2 inci
Serai 7 batang
Bawang merah 12 ulas
Bawang putih 7 ulas
Buah keras 5 biji

Bahan C: goreng tanpa minyak dan kisar halus
Biji ketumbar 4 sudu
Jintan putih 2 sudu
Jintan manis 1 sudu

Bahan D
Kacang tanah 300 g digoreng tanpa minyak, buang kulit dan kisar halus.

Bahan E
Sup bunjut 1
Kulit kayu manis 4 inci
Bunga lawang 4 kuntum
Buah pelaga 6 biji
Biji Lada putih 2 sudu dikisar halus


CARA-CARA:
1. Basuh bersih bahan A dan rebus hingga empuk. Tos dan biar sejuk.
2. Air rebusan akan digunakan sebagai kuah. JANGAN BUANG.
3. Tumis bahan B sehingga naik bau dan masukkan ke dalam air rebusan.Tip utk mengelakkan
bahan tumis daripada memercik; masukkan minyak masak setelah bahan B hampir kering
dalam kuali. Maksudnya... minyak masuk kemudian la...
4. Masukkan juga bahan C, D dan E ke dalam air rebusan.
5. Masukkan santan pekat 1/2 biji kelapa.
6. Didihkan dan masukkan garam, asam keping (2) secukup rasa, gula jika perlu/ajinomoto
7. Akhir sekali masukkan bahan rebus tadi yang telah dipotong kecil-kecil/kiub.
8. Hidangkan bersama-sama nasi himpit, daun sup dan bawang goreng.
9. Sediakan sambal belacan cili padi (tumbuk cili padi sebanyak mungkin + bawang
merah...banyak juga + bawang putih sikit ja + belacan + asam jawa + gula+ garam- ditumis
sehingga orang terbersin) dan hirisan limau.
10. Lepas tu ...apa lagi makan la... SELAMAT MENCUBA.

Sunday, October 25, 2009

Coto Makssar & Burasak




Makanan tradisi masyarakat Bugis yang dihidangkan ketika Aidil Fitri/Adhah


Coto Maksar, Burasak & Tumbuk, Nasu Likkuk (rendang ayam)

Saturday, October 24, 2009

Acar Rumpai Laut


Bahan-bahan.
Rumpai laut kering direndam selama 3 hari (air rendaman sentiasa diganti 2-3 sehari) kemudian dipotong-potong 1-2 inci

Nanas dipotong kecil-kecil
Limau nipis & limau kasturi
Bunga kantan dihiris halus
Halia dihiris halus
Sos Cili Thai (jika suka pedas)
Garam
Gula
.....gaulkan kesemuanya.

Friday, September 26, 2008

KELUARGA SHARUDIN & SITTI RAEHANAH

Assalamualaikum dan salam sejahtera,
Selamat datang ke blog kami. Tujuan kami membina blog ini adalah untuk memberi peluang kepada keluarga kami yang jauh untuk melihat dan mengetahui aktiviti kami di Kota Kinabalu, Sabah.Sekarang kami tinggal di Taman Malawa Jaya, Jalan Sepangar, iaitu kira-kira 20 KM dari bandaraya Kota Kinabalu. Saya mengajar di SMK Tebobon, Menggatal dan isteri pula bekerja di Universiti Malaysia Sabah. Kami berpindah ke KK dari Raub, Pahang pada bulan November 2004. Sejak tarikh itu, bermulalah kehidupan kami di Negeri Sabah. Di ruang ini kami ingin berkongsi pengalaman pahit & manis kami dalam menjalani kehidupan di Negeri Di Bawah Bayu.
Selamat membaca.